Menu

Tangki Pengolahan Air Limbah Biofilter

June 18, 2015 | Pengolahan Air Limbah

Tangki Pengolahan Air Limbah Biofilter

Tangki Pengolahan Air Limbah Biofilter, Air merupakan bahan yang sangat penting. Salah satu sifat penting air adalah mudahnya bercampur dengan bahan-bahan lain. Sebagian besar bahan di alam dapat bercampur dengan air. Sifat air yang mudah bercampur bahan lain sangat banyak manfaatnya, namun sifat itu juga menimbulkan masalah.

Tangki Pengolahan Air Limbah Biofilter

Saat ini sangat sedikit air di alam yang dapat langsung digunakan, baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk aktifitas industri. Karena sifatnya yang mudah bercampur bahan lain, air umumnya mengandung banyak bahan pengotor. Bahan-bahan pengotor tersebut harus dipisahkan, sebelum air digunakan. Pengolahan air limbah awal yang umum dilakukan adalah proses penjernihan, untuk mendapatkan air bersih. Air bersih ini selanjutnya dapat langsung digunakan atau diproses lebih lanjut, tergantung kebutuhan.

Dalam industri, air banyak dipakai sebagai media pemanas, pendingin, maupun untuk keperluan proses. Setiap pemakaian memerlukan kondisi air yang spesifik. Pengolahan lanjutan yang sering dilakukan terhadap air bersih anatara lain adalah: softener dan demineralyzer. Penghilangan mineral terlarut (demineralyzer) dapat dilakukan dengan menggunakan sistem reverse osmoses (RO) atau ion exchanger.

Setelah dipakai, air selalu tercemar dengan bahan-bahan yang berhubungan dengan air tersebut. Air ini secara umum dikenal sebagai air limbah. Jenis dan kadar pencemar dalam air buangan tergantung pada jenis proses dan bahan yang berhubungan dengan air tersebut. Pengolahan air limbah harus dirancang secara khusus, sesuai kadar dan jenis bahan yang mencemari.

Dalam proses pengolahan air maupun penggunaan air, umumnya diperlukan bahan kimia. Bahan kimia harus dipilih sesuai kondisi air dan penggunaannya.

Semua hal diatas: pengolahan air bersih, Ion exchanger (softener maupun demineralyzer), reverse osmoses, ultra filtration, pengolahan air limbah, sampai penyediaan bahan kimia merupakan bisnis kami. Kami memiliki kemampuan untuk merancang, membangun, maupun melakukan optimasi sistem yang sudah ada.

Sanitasi lingkungan untuk pengolahan air limbah belum dapat diakses seluruh warga Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA-Ratusan ribu warga Jogja tidak memiliki sistem pengolahan air limbah. Akibatnya, pencemaran air sungai, air tanah, hingga bakteri e-coli mengancam kehidupan warga.

Data yang dihimpun dari Dinas Permukiman Sarana dan Wilayah (Kimpraswil) Jogja menyebutkan pengolahan air limbah atau saluran air limbah baru menjangkau 22% sambungan rumah di Jogja di 13 kecamatan dan 36 kelurahan. Saat ini terdapat 80.000-an sambungan rumah yang dihuni sekitar 400.000-an warga.

Kabid Permukiman dan Saluran Air Limbah Dinas Kimpraswil Jogja Hendra Tantular mengatakan Kotagede menjadi satu-satunya kecamatan yang belum terjangkau pengolahan air limbah. Alasannya, wilayah tersebut secara topografi terletak di bawah sehingga perlu rekayasa tertentu untuk mengalirkan air limbah.

Selama ini sistem pengaliran air limbah di Jogja dilakukan dengan menggunakan gaya gravitasi sehingga lebih ekonomis dan efisien ketimbang pompa, paparnya kepada Harianjogja.com, Jumat (8/5/2015).

Dijelaskannya, ada dua metode yang diterapkan dalam pengolahan air limbah, yakni sistem offside atau sistem kota yang menyalurkan air limbah ke Sewon, Bantul. Kedua, sistem onside yang menjangkau warga dengan pembuatan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) komunal. Kapasitasnya, sebut Hendra, bervariasi, sekitar 50-125 sambungan rumah.

Ia menerangkan penerapan offside sudah dilakukan di 13 kecamatan dan permukiman yang tinggi. Sementara, jumlah IPAL komunal di Jogja 55 buah. Sistem offside, urainya, menjangkau 19% sambungan rumah sedangkan IPAL komunal sekitar 3%.

Menurutnya, ketiadaan pengolahan air limbah di masyarakat menyebabkan saluran pembuangan tercampur dan dapat merugikan warga. Misal, septic tank yang tidak tepat akan mengalir ke sistem air tanah dan jika masuk ke dalam sumur dapat tercemar dengan bakteri e-coli.

Diungkapkannya, Pemkot Jogja berusaha mencari solusi dengan pembuatan IPAL komunal. Tahun ini, jelasnya tersedia anggaran Rp300 sampai Rp400 juta.

Setidaknya, dibutuhkan lahan seluas 60 sampai 80 meter persegi yang dapat dipergunakan untuk 40 sampai 80 sambungan rumah.Air merupakan bahan yang sangat penting. Salah satu sifat penting air adalah mudahnya bercampur dengan bahan-bahan lain. Sebagian besar bahan di alam dapat bercampur dengan air. Sifat air yang mudah bercampur…

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan prototipe instalasi pengolahan air limbah (Ipal) yang meminimalisasi …Tangki Pengolahan Air Limbah Biofilter adalah pengolahan yang menerapkan sistem anaerob dan aerob yang telah dilengkapi dengan filter serta media untuk memproses air limbah.Jakarta – Pengolahan air limbah di Jakarta masih sangat buruk. Predikat sebagai kota metropolitan yang juga Ibu Kota Negara, ternyata tak membuat kota ini bebas dari masalah buurukntya sistem sanitasi. Saking minimnya…Sanitasi lingkungan untuk pengolahan air limbah belum dapat diakses seluruh warga Jogja. Harianjogja.com, JOGJA-Ratusan ribu warga Jogja tidak memiliki sistem.

Related For Tangki Pengolahan Air Limbah Biofilter

Recent Post

Pengolahan Limbah Air Wudhu Pengolahan…
Pengolahan Air Limbah Organik Pengolahan…
Pengolahan Limbah Air Bekas Cucian…
Pengolahan Air Limbah Bengkel Pengolahan…