Menu

Slude Drying Bed

February 19, 2014 | Pengolahan Air Limbah

Slude Drying Bed

Slude Drying Bed (SDB) adalah metode yang paling tua untuk sludge dewatering. Sampai saat ini, Slude Drying Bed masih digunakan dalam IPAL sekala kecil hingga sedang. Slude Drying Bed terdiri atas lapisan pasir kasar dengan kedalaman 15 cm – 25 cm, lapisan kerikil dengan ukuran yang berbeda-beda, dan pipa yang berlubang-lubang sebagai jalan aliran air.

Slude Drying Bed

Slude Drying Bed dibuat dengan beberapa bak/bagian, tergantung pada keperluannya. Pembagian ke dalam beberapa bak ini dimaksudkan agar lumpur telah benar-benar kering sebelum lumpur yang basah masuk kembali.

Slude Drying Bed

Lumpur dimasukkan ke dalam Slude Drying Bed dengan ketebalan 20 cm – 30 cm dan dibiarkan hingga kering. Air hasil penirisan lumpur dikembalikan ke IPAL. Waktu pengeringan sangat tergantung pada kondisi setempat. Misalnya, dalam waktu 10 – 15 hari akan dapat dicapai tingkat kekeringan antara 30% – 40% DS.

Slude Drying Bed dapat ditutup atau dibuka, tergantung pada kondisi lingkungan. Lumpur yang sulit diperlakukan dengan dewatering dapat menimbulkan persoalan bau. Adapun kriteria perencanaan Slude Drying Bed ditunjukkan dalam Standar Typical untuk Bak-Bak Pengering.

Slude Drying Bed

Primary digested bak terbuka 1,0 – 1,5 dan bak tertutup 0,75 – 1,0 , Primary and humus digested bak terbuka 1,25 – 1,75 dan bak tertutup 1,0 – 1,25, Primary and activated digested bak terbuka 1,75 – 2,5 dan bak tertutup 1,25 – 1,5, Primary and chemically precipited digested bak terbuka 2,0 – 2,5 dan bak tertutup 1,25 – 1,5.

Related For Slude Drying Bed

Recent Post

Pengolahan Limbah Air Wudhu Pengolahan…
Pengolahan Air Limbah Organik Pengolahan…
Pengolahan Limbah Air Bekas Cucian…
Pengolahan Air Limbah Bengkel Pengolahan…