Pengolahan Air Limbah Industri, juga Pengolahan Air Limbah Ipal Hub 081323739973 BBM 29E26136 Pengolahan Air Limbah Industri, juga Pengolahan Air Limbah Ipal Hub 081323739973 BBM 29E26136
Home » Pengolahan Air Limbah » Sedimentasi

Sedimentasi

Friday, November 9th 2012. | Pengolahan Air Limbah

Sedimentasi

SedimentasiSedimentasi adalah pemisahan partikel dari air dengan memanfaatkan gaya grafitasi. Proses Sedimentasi ini terutama bertujuan untuk memperolah air buangan yang jernih dan mempermudah proses penanganan lumpur. Dalam proses sedimentasi hanya partikel-partikel yang lebih berat dari air yang dapat terpisah. Misalnya ; kerikil dan pasir, padatan pada tangki pengendapan primer, biofloc pada tangki pengendapan sekunder, floc hasil pengolahan secara kimia, dan lumpur (pada pengentalan lumpur).

Bagian terpenting dalam perencanaan unit sedimentasi adalah mengetahui kecepatan pengendapan dari partikel-partikel yang akan dipindahkan. Kecepatan pengendapan ditentukan oleh ukuran, densitas larutan, viskositas cairan, dan temperature. Untuk memperolah data mengenai karakteristik pengendapan dari suspended solid diperlukan percobaan di laboratorium.

Jika laju air adalah Q dan luas permukaan sedimentasi adalah A maka : Q/A <Vs atau A>Q/Vs. Pada bak sedimentasi dengan aliran horizontal akan ada dua komponen kecepatan, yaitu : Vso = kecepatan pengendapan, dan Vh = kecepatan flux horizontal. Pada bak segi empat dengan kedalaman H, lebar B, dan panjang L diperoleh : Vh=Q/HxB, Jika waktu tinggal H/Vso tidak melebihi waktu tinggal partikel untuk bergerak secara vertical maka : H/Vso < L/Vh, Semua partikel dengan kecepatan sedimentasi Vs > Vso akan tertahan. Perpaduan dari persamaan (2) dan (3) menghasilkan : H/Vso < LxBxH/Q dan jika LxH = A maka ; Vso > Q/A.

Sedimentasi

Dengan demikian, secara teoritis pengambilan padatan dengan cara sedimentasi tidak tergantung pada panjang bak sedimentasi, melainkan pada beban permukaan Q/A. Namun, pendekatan di atas hanya berlaku pada kondisi yang ideal. Dalam praktik perlu dipertimbangkan adanya turbulensi pada inlet dan outlet, short circuiting, perbedaan kecepatan karena adanya perbedaan densitas, dan pengumpulan lumpur di dasar bak.

Seperti yang telah dijelaskan, performance bak pengendapan tidak tergantung pada kedalaman. Efesiensi ditentukan oleh beban permukaan. Dengan demikian, secara teoritis bak pengendapan dapat dipotong menjadi beberapa bagian kecil, untuk memperbaiki performance, yakni dengan terbentuknya luas permukaan A yang baru.

Sedimentasi

Dalam praktik, hal tersebut diwujudkan dalam tube settles, suatu alat pengendapan yang terdiri atas sekumpulan pipa atau lembaran plat yang dimakukkan dalam bagian atas bak sedimentasi. Permukaan-permukaan baru akan segera terbentuk dan performance bak tersebut akan langsung meningkat. Pada tube settler, beban hidraulik dapat mencapai sepuluh kali lipat jika dibandingkan dengan bak pengendapan konvensional. Lamella separator ini sering digunakan pada unit pengolahan air limbah fisika kimia dalam pengolahan lanjutan ( tertiary treatment ) maupun dalam unit pengendapan awal.

Meskipun system ini dapat menghemat pemakaian area dan menghasilkan effluent yang lebih baik, namun terdapat beberapa keterbatasan yang harus diperhatikan. Keterbatasan-keterbatasan tersebut antara lain tube atau pelat kemungkinan akan buntu akibat tumbuhnya kehidupan biologis serta masalah bau yang disesabkan oleh perkembangbiakan biologis  dan kemungkinan penumpukan minyak dan lemak pada tube. Masalah-masalah tersebut dapat dikurangi dengan memperhatikan pemilihan spesifikasi tube (diameter, bentuk, dan material) dan perawatan yang baik, dalam proses sedimentasi.

Cat : Pengolahan Air Limbah, tags: , ,

Comment For Sedimentasi

Pengolahan Air Limbah INFO :