Menu

Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Pengolahan Air Limbah Secara Biologi Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi, unit proses biologi diperlukan untuk membersihkan zat-zat organik dari air limbah domestik dan industri, misalnya stabilisasi waste sludge. Beberapa tipe variasi proses disesuaikan dengan kebutuhan tertentu. Meskipun banyak terdapat variasi proses (Pengolahan Air Limbah Secara Biologi), namun semuanya didasarkan pada prinsip dasar metabolisme mikroba.

Unit proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi dibedakan menjadi dua tipe, yaitu aerobik dan anaerobik. Keduanya ditandai oleh rantai reaksi biokomia yang spesifik.

Seluruh proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi membutuhkan beberapa kondisi dasar. Di samping modifikasi proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi yang sangat sederhana, terdapat proses-proses yang agak sensitif yang hanya dapat dioperasikan secara baik dengan kontrol dan ketelitian.

Aerase Pengolahan Air Limbah Secara Biologi bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan polutan dengan menggunakan mikroorganisme (bakteri). Dasar-dasar perencanaan aerase Pengolahan Air Limbah Secara Biologi adalah sebagai berikut :

Kekuatan pengadukan dengan menggunakan aerator berkisar antara 20-30 W/m³. Kemudian proses berikutnya dari Pengolahan Air Limbah Secara Biologi tentang peralatan yang digunakan meliputi submersible aerator, immersible aerator, surface aerator, atau blower dan diffuser.

Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Kedalaman bak aerasi biasanya 3m – 5m, Dalam setiap bak aerasi digunakan dua aerator atau lebih. Fondasi harus direncanakan untuk mencegah adanya settlement dan flotasi pada saat bak kosong ataupun penuh. Bila activated sludge cenderung membentuk busa yang berlebihan dapat digunakan froth control. Rasio anatara BOD5 : P : N adalah 100 : 5 : 1.

Aerasi yang biasa digunakan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu high rate aeration dan extended aeration. Ringkasan kedua jenis Pengolahan Air Limbah Secara Biologi Aerasi tersebut adalah sebagai berikut :

Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi High Rate Aeration, menurunkan BOD5 hingga 75%-90%. Rasio F/M adalah 0,4 kg – 1,5 kg BOD5 per m³ per hari. Volumetric loading rate berkisar antara 0,15 kg – 0,4 kg BOD per m³ per hari. MLSS 4.000-10.000 mg/liter. MLSS 4.000 – 10.000 mg/liter. Recycle activated sludge 1,0 – 5,0. Mean cell residance time 5 – 10 hari. Oxygen load 0,5 kg – 0,9 kg O2 per kg BOD5.

Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi High Extended Aeration, menurunkan BOD5 hingga 75%-95%. F/M rasio berkisar antara 0,05 kg – 0,15 kg BOD5 per kg MLSS per hari. Volumetric loading rate berkisar antara 0,15 kg – 0,4 kg BOD per m³ per hari. MLSS 3.000-5.000 mg/liter. Recycle activated sludge 0,5 – 1,0. Mean cell residance time 20 – 30 hari. Oxygen load 1,5 kg – 2,5 kg O2 per kg BOD5.

Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi Sedimentasi, hal-hal penting yang bekaitan dengan proses sedimentasi antara lain sebagai berikut : Sedimentasi bertujuan untuk memisahkan mikroorganisme setelah proses aerasi. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam sedimentasi adalah laju alir, waktu tinggal, weir loading rate, bentuk dan dimensi bak, struktur pipa masuk dan keluar, serta sistem pengambilan lumpur.

Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Dasar-dasar perencanaan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi Sedimentasi adalah sebagai berikut, Overflow rate, rata-rata dan tertinggi tidak lebih dari 15 dan 40 m³/m² per hari. Solid loading rate, rata-rata dan tertinggi tidak lebih dari 50 dan 150 kg/m² per hari.

Detention time 2- 3 jam, Weir loading rate <350 m³/m per jam, Circular diameter 3,0 m – 60,0 m, Circular, side water depth 3,0 m – 6,0 m. Desain klarifier untuk aliran rata-rata ditambahkan recirculation. Kecepatan aliran pada pipa masuk dalah 0,3 m/detik. Kemiringan pada bak bulat adalah 40 mm – 100 mm/100 dia.

Kecepatan scrapper adalah 0,002 rev – 0,006 rev per menit. Scrapper terdiri atas bottom scrapper, top scrapper/scam scrapper dan boks, bridge, centre well dan adjustable motor. Centre well dan flume/ channel dapat terbuat dari conrete/steel. Untuk transfer lumpur dapat digunakan break tank atau underflow pipe.

Selpriming pump dan progressive cavity pump dilengkapi dengan time switch. Antikarat untuk permukaan bawah air dipasang pada kedalaman di bawah satu meter. Pengembalian lumpur pada setiap klarifier harus memiliki sistem tersendiri, dilengkapi dengan pengukur laju alir dan peralatan kontrol lainnya. Lumpur dikeluarkan secara berkala, demikian info Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi .

Related For Ringkasan Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Recent Post

Pengolahan Limbah Air Wudhu Pengolahan…
Pengolahan Air Limbah Organik Pengolahan…
Pengolahan Limbah Air Bekas Cucian…
Pengolahan Air Limbah Bengkel Pengolahan…