Pengolahan Air Limbah Industri, juga Pengolahan Air Limbah Ipal Hub 081323739973 BBM 29E26136 Pengolahan Air Limbah Industri, juga Pengolahan Air Limbah Ipal Hub 081323739973 BBM 29E26136
Home » Pengolahan Air Limbah » Proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Thursday, December 6th 2012. | Pengolahan Air Limbah

Proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Proses Pengolahan Air Limbah Secara BiologiUnit proses pengolahan air limbah secara biologi adalah proses-proses pengolahan air limbah yang memanfaatkan aktivitas kehidupan mikroorganisme (Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantuan. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme seringkali bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (multiseluler). Namun, beberapa protista bersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak terlihat mata telanjang. Virus juga termasuk ke dalam mikroorganisme meskipun tidak bersifat seluler. Ilmu yang mempelajari mikroorganisme disebut mikrobiologi. Orang yang bekerja di bidang ini disebut mikrobiolog. Mikroorganisme biasanya dianggap mencakup semua prokariota, protista, dan alga renik. Fungi, terutama yang berukuran kecil dan tidak membentuk hifa, dapat pula dianggap sebagai bagiannya, meskipun banyak yang tidak menyepakatinya. Kebanyakan orang beranggapan bahwa yang dapat dianggap mikroorganisme adalah semua organisme sangat kecil yang dapat dibiakkan dalam cawan petri atau inkubator di dalam laboratorium dan mampu memperbanyak diri secara mitosis. Mikroorganisme berbeda dengan sel makrooganisme. Sel makroorganisme tidak bisa hidup bebas di alam melainkan menjadi bagian dari struktur multiselular yang membentuk jaringan, organ, dan sistem organ. Sementara, sebagian besar mikrooganisme dapat menjalankan proses kehidupan dengan mandiri, dapat menghasilkan energi sendiri, dan bereproduksi secara independen tanpa bantuan sel lain, http://id.wikipedia.org/wiki/Mikro_organisme ) untuk memindahkan polutan. Proses-proses biokimia juga meliputi aktivitas alami dalam berbagai keadaan. Misalnya proses Self Purification yang terjadi di sungai-sungai. Sebagian besar air limbah, misalnya air limbah domestik, mengandung zat-zat organik sehingga proses pengolahan air limbah secara biologi merupakan tahapan yang penting.

Dalam unit proses pengolahan air limbah secara biologi, diharapkan terjadi proses penguraian secara alami untuk membersihkan air sebelum dibuang. Perbedaan mendasar antara proses alami dan artificial adalah dalam hal intensitas proses. Dibandingkan dengan prose alami, proses pengolahan air limbah secara biologi biasanya berlangsung lebih cepat dan membutuhkan tempat yang lebih sedikit. Hal ini merupakan keuntungan utama dalam proses pengolahan air limbah secara biologi. Namun, peningkatan intensitas menyebabkan proses pengolahan air limbah secara biologi lebih sensitive sehingga memerlukan proses control yang intensif dan teliti.

Intensitas teknik proses pengolahan air limbah secara biologi bervariasi. Proses activated slude merupakan proses yang sangat intensif, sedangkan oxidation ponds memiliki intensitas rendah. Pada kenyataanya, oxidation ponds dapat dipetimbangkan sebagai bentuk peralihan antara proses alami dan proses teknik pengolahan air limbah secara biologi.

Tujuan proses pengolahan air limbah secara biologi secara umum, proses pengolahan secara biologi menjadikan pengolahan air limbah secara biologi modern lebih terstruktur, tergantung pada syarat-syarat air yang harus lebih dijaga atau jenis air limbah yang harus dikelola.

Proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Pengolahan air limbah secara biologi (Biologi atau ilmu hayat adalah ilmu yang mempelajari aspek fisik kehidupan. Istilah “biologi” dipinjam dari bahasa Belanda, biologie, yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios (“hidup”) dan λόγος,logos (“lambang”, “ilmu”). Istilah “ilmu hayat” dipinjam dari bahasa Arab, juga berarti “ilmu kehidupan”. Obyek kajian biologi pada masa kini sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup dalam berbagai aspek kehidupannya. Berbagai cabang biologi mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani (ilmu tentang tumbuhan), zoologi (ilmu tentang hewan), dan mikrobiologi (ilmu tentang jasad renik). Perbedaan-perbedaan dan pengelompokan berdasarkan ciri-ciri fisik kelompok organisme dipelajari dalam sistematika, yang di dalamnya mencakup pula taksonomi dan paleobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji pula dalam biologi. Ciri-ciri fisik bagian tubuh dipelajari dalam anatomi dan morfologi, sementara fungsinya dipelajari dalam fisiologi. Perilaku hewan dipelajari dalam etologi. Perkembangan ciri fisik makhluk hidup dalam kurun waktu panjang dipelajari dalam evolusi, sedangkan pertumbuhan dan perkembangan dalam siklus kehidupan dipelajari dalam biologi perkembangan. Interaksi antar sesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika. Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika. Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran, http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi) bertujuan untuk membersihkan zat-zat organik atau mengubah bentuk (transformasi) zat-zat organik menjadi bentuk-bentuk yang kurang berbahaya. Misalnya proses nitrifikasi oleh senyawa-senyawa nitrogen yang dioksidasi.

Proses pengolahan air limbah secara biologi juga bertujuan untuk menggunakan kembali zat-zat organik yang terdapat dalam air limbah. Hal ini dapat dilakukan secara langsung , misalnya dalam recovery gas metana, ataupun secara tidak langsung dengan menggunakan residu-residu yang berasal dari proses sehingga dapat digunakan untuk keperluan pertanian.

Tujuan lain dari proses pengolahan air limbah secara biologi berkaitan dengan subproses biokimia. Tujuan masing-masing proses pengolahan air limbah secara biologi adalah menghilangkan atau membersihkan Carbonaeous Biochemical Oxygen Demand (CBOD), nitrifikasi, denitrifikasi, stabilisasi, dan menghilangkan fosfor. Tujuan proses-proses pengolahan air limbah secara biologi tersebut dapat dicapai, jika proses pengolahan air limbah secara biologi diatur pada kondisi yang spesifik, antara lain meliputi waktu tinggal, konsentrasi oksigen, atau perubahan kondisi-kondisi proses yang terkontrol seperti dalam kasus pembersihan fosfor.

Proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Tujuan lebih lanjut tergantung pada media yang ditolak. Pengolahan air limbah domestic pada umumnya bertujuan untuk membersihkan zat-zat organic, yang mula-mula diubah bentuknya menjadi lumpur, kemudian dibuang. Dalam beberapa tahun terakhir ini, pengolahan air limbah industry yang mengandung bahan-bahan organic dilakukan dengan proses pengolahan air limbah secara biologi  anaerob. Proses pengolahan air limbah secara biologi ini lebih menguntungkan dan lebih menarik karena adanya peningkatan jumlah energi dan kemungkinan menangkap kembali energy tinggi gas metana.

Pada akhirnya, tujuan proses pengolahan air limbah secara biologi dalam seluruh IPAL perlu dipertimbangkan. Seluruh proses pengolahan air limbah secara biologi tersebut hanya merupakan proses transformasi, bukan pembersihan. Dalam semua kasus, hal tersebut berarti perubahan zat-zat organik yang terlarut menjadi zat-zat partikulat (koloni bakteri) yang kemudian dapat dihilangkan dengan tahapan proses selanjutnya, biasanya melalui sedimentasi atau filtrasi. Oleh karena itu, proses-proses biologi hanya merupakan tahap-tahap tersendiri di dalam rantai proses pengolahan air limbah secara biologi yang modern. IPAL biasanya memiliki lebih dari satu proses pengolahan air limbah secara biologi.

Cat : Pengolahan Air Limbah, tags: , , ,

Comment For Proses Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Pengolahan Air Limbah INFO :