Menu

Pengolahan Air Limbah

October 5, 2012 | Pengolahan Air Limbah

Pengolahan Air Limbah

Pada kesempatan ini akan membahas komponen-komponen primer dalam Pengolahan Air Limbah serta neraca massa dan siklus makanan dalam Pengolahan Air Limbah.

  1. 1.      Komponen Primer Pengolahan Air Limbah

Pengolahan Air LimbahElemen biologis dalam system perairan berkaitan erat dengan komponen-komponen kimia. Pengetahuan mengenai komponen primer sangat penting untuk menganalisis elemen biologis dan menganalisis efek dari perubahan kualitas air.

Komponen-komponen kimia dalam perairan dapat diklasifikasikan dalam tiga kelompok yang disebut zat-zat organic yang terdiri atas senyawa-senyawa organic alam dan senyawa-senyawa sintetis, bahan-bahan anorganik, dan gas. Komponen dasar dari senyawa-senyawa organik adalah karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen, fosfor dan sulfur. Tiga kelompok utama dari senyawa organic adalah protein, karbohidrat, dan lipida. Protein merupakan bahan dasar dari sel-sel binatang, yakni sekitar 40%-60%. Karakteristik yang diketahui dari protein adalah kandungan nitrogen di dalamnya. Karbohidrat merupakan bahan penyusun utama dalam sel tumbuhan dan meliputi sukrosa, serat kayu, gula, dan tepung. Lipida tidak terlarut dalam air dan meliputi lemak, minyak, dan waxes (lilin). Saat ini, diproduksi berjuta-juta senyawa organic sintetis. Sebagian besar di antaranya ditemui dalam air alam dan keberdaannya harus diperhatikan karena kebanyakan senyawa organic sintetis bersifat racun dan berbahaya.

Zat-zat organic terdapat di dalam air dalam kadar yang rendah dan hanya sebagian kecil dari seluruh jumlah padatan yang ada. Keberadaan senyawa organic di dalam air akan menimbulkan berbagai masala, antara lain masalah rasa dan bau. Keberadaan senyawa organik juga menyebabkan air memerlukan proses pengolahan air bersih yang lebih kompleks, menurunkan kandungan oksigen, serta menyebabkan terbentuknya substansi-substansi beracun.

Pengolahan Air Limbah

Di dalam air laut dan air tanah terdapat empat kation dan empat anion yang memberikan sumbangan lebih dari 99% dan 85% dari seluruh padatan yang terdapat di dalamnya. Pada air laut, sodium dan klorida memberikan sumbangan lebih dari 85%, sedangkan pada air tanah, kalsium dan karbonat memberikan sumbangan lebih dari 55%. Jenis non-ionik yang terdapat dalam air tanah adalah silica, yang memberikan sumbangan sebesar 12%. Jenis-jenis ion utama yang terdapat dalam air laut dan air bersih ditunjukan dalam Tabel 4.

Kadar nitrogen dan fosfor dalam makanan harus diperhatikan. Keberadaan kedua unsur tersebut di dalam air sangat rendah jika dibandungkan dengan senyawa kimia yang lain. Namun, kedua unsure tersebut sangat penting dan merupakan faktor penentu. Nitrogen dan fossor dapat ditemukan baik dalam bentuk senyawa organic maupun anorganik.

Gas-gas yang terdapat dalam air meliputi oksigen, nitrogen, karbondioksida, metana, hydrogen sulfide, dan ammonia. Ketiga gas yang pertama merupakan komponen utama dari atmosfer, sedangkan ketiga gas yang terakhir berkaitan dengan aktivitas bakteri. Konsentrasi gas-gas tersebut di dalam air tergantung pada keadaan temperatur. Selain itu, terdapat tiga proses utama yang mempengaruhi konsentrasi oksigen, yaitu produksi oleh fotosintesis, konsumsi oleh mikroorganisme hidup, dan pertukaran dengan atmosfer. Sebagai gambaran, jumlah oksigen yang dihasilakan oleh fotosintetis alga sekitar 30 g/m2/hari. Produksi ini setara dengan oksigen yang dihasilkan oleh tiupan angin kencang.

Pengolahan Air Limbah

  1. 2.      Neraca Massa dan Siklus Makanan Pengolahan Air Limbah

Seluruh substansi yang terdapat di dalam air saling tergantung, terhadap organism hidup dan terhadap kondisi fisik. Di dalamnya terdapat pembentuakan, penghancuran, dan pertukaran substansi. Prinsip-prinsip proses yang terlibat di dalam air ditunjukkan dalam Gamar 2 dan dapat diringkas sebagai berikut :

a)  Aktivitas organisme yang ditunjukkan oleh adanya produksi, konsumsi, dan penghancuran.

b)      Terjadinya pengendapan dan pelarutan padatan terhadap dan dari endapan.

c)      Adanya aliran masuk dan aliran keluar.

d)      Proses pertukaran terhadap atmosfer dan presipitasi.

e)      Penyerapan dan pelepasan pada dan dari partikel.

Faktor utama yang mempengaruhi proses pertukaran adalah air sebagai bahan pelarut, substansi terlarut dan tidak terlarut, organism hidup, serta kondisi fisik. Proses pertukaran dari masing-masing substansi memiliki daya tarik yang berbeda-beda dari Pengolahan Air Limbah.

Related For Pengolahan Air Limbah

Recent Post

Pengolahan Limbah Air Wudhu Pengolahan…
Pengolahan Air Limbah Organik Pengolahan…
Pengolahan Limbah Air Bekas Cucian…
Pengolahan Air Limbah Bengkel Pengolahan…