Pengolahan Air Limbah Industri, juga Pengolahan Air Limbah Ipal Hub 081323739973 BBM 29E26136 Pengolahan Air Limbah Industri, juga Pengolahan Air Limbah Ipal Hub 081323739973 BBM 29E26136
Home » Pengolahan Air Limbah Secara Biologi » Klasifikasi Pengolahan Air limbah secara Biologi

Klasifikasi Pengolahan Air limbah secara Biologi

Thursday, February 21st 2013. | Pengolahan Air Limbah Secara Biologi

Klasifikasi Pengolahan Air limbah secara Biologi

Klasifikasi Pengolahan Air limbah secara BiologiPenggolongan proses pengolahan air limbah dasar, proses-proses biologi biasanya digolongkan menjadi dua kriteria dasar. Kriteria pertama adalah aktivitas metabolik yang menandai dua kelas utama, yaitu aerobic dan anaerobik. Kriteria kedua adalah reaktor yang membatasi mikroorganisme, ditandai oleh proses-proses pertumbuhan bakteri yang melekat (attached) atau tersuspensi.

Proses aerobic adalah proses yang ditandai oleh adanya molekul oksigen yang terlarut, sedangkan proses anaerobic tidak menunjukkan adanya oksigen yang terlarut. Perbedaan akan keberadaan oksigen ini mengakibatkan dua rantai reaksi biokimia yang berbeda. Proses aerobic misalnya trickling filter dan proses activated sludge, sedangkan proses anaerobic misalnya proses digester dari lumpur IPAL.

Biological unit proses à Metabolic activity (Aerobic, Anaerobic, Anoxi) à Fixation of Microorganisms (Suspended growth, Attached growth, Immobilized cells) à Process Temperatur (Uncontrolled (>4derajat celcius), Mesophilic (30-38 Derajat Celcius), Thermophillic (50-55 Derajat Celcius).

Selain proses aerobic dan anaerobic, terdapat kelompok proses ketiga, yaitu proses-proses anoksik. Proses anoksik ditandai oleh tidak adanya oksigen terlarut serta penggunaan oksigen yang terdapat di dalam senyawa-senyawa kimia secara terus-menerus oleh berbagai kelompok mikroorganisme. Proses ini digunakan dalam denitrifikasi.

Klasifikasi Pengolahan Air limbah secara Biologi

Dalam suspended growth process, misalnya proses activated sludge, mikroorganisme membentuk gumpalan-gumpalan koloni bakteri yang bergerak secara bebas (tersuspensi) di dalam air limbah. Mikroorganisme- mikroorganisme dapat keluar melalui aliran keluar air limbah sehingga densitas bakteri di dalam reactor harus dikontrol. Pada proses-proses aliran lambat, perttumbuhan bakteri mungkin cukup untuk mengganti kehilangan bakteri akibat aliran keluar. Pada proses dengan kecepatan tinggi dan waktu tinggal hidraulik pendek, pengembalian atau recycling bakteri merupakan cara yang paling banyak digunakan untuk mengontrol densitas bakteri di dalam reactor.

Dalam attached growth process, mikroorganisme tumbuh di permukaan beberapa bahan pendukung di dalam reactor. Mikroorganisme tersebut tidak terbawa keluar sehingga tidak dibutuhkan pengembalian massa bakteri. Dalam proses ini, biasanya digunakan batu-batuan sebagai bahan pengisi. Selain bahan-bahan pengisi alami, saat ini mulai banyak digunakan bahan-bahan pengisi plastik karena memiliki densitas packing yang lebih tinggi dan volume raktor yang diperlukan untuk kapasitas pengolahan yang sama lebih kecil. Plastik pengisi dapat digunakan baik dalam proses aerobic maupun anaerobik.

Klasifikasi Pengolahan Air limbah secara Biologi

Prinsip-prinsip Teknik Proses – dilihat dari keuntungan pengoperasian dan jumlahnya, proses-proses yang pealing penting adalah kolam oksidasi, trickling, activated sludge, dan anaerobic dignation. Kolam oksidasi adalah kolam tanah tempat air limbah diproses secara alami akibat pertumbuhan alga dan metabolism bakteri. Dalam proses aerobic, oksigen disediakan terutama oleh proses fotosintesis alga dan masukan oksigen dari atmosfer. Kolam oksidasi dapat dioperasikan dengan biaya pemeliharaan minimal dan dapat menghasilkan kualitas air buangan (effluent) yang sama atau lebih besar dibandingkan dengan proses-proses teknik. Kelemahan utama dari kolam oksidasi adalah membutuhkan area yang lebih luas. Reaktor trickling filter diisi dengan bahan-bahan pendukung untuk mikroorganisme. Pada sebagian kasus, air limbah didistribusikan melalui permukaan reactor oleh rotating sprinkler. Reaktor ini memiliki paintu masuk udara di bagian dasar dan puncak (kap). Aliran udara alami (air stream) mengalir dari dasar kepuncak reactor atau sebaliknya, untuk menyediakan oksigen.

Air limbah yang diolah dikembalikan untuk mengontrol kecepatan aliran. Dengan cara ini, kecepatan pembilasan (flushing) dan akumulasi biomassa dapat dapat dikontrol. Bahan-bahan organic terlarut yang terkandung di dalam air limbah diubah menjadi massa bakteri di dalam reactor, kemudian dipisahkan dari cairan di dalam bak sedimentasi secara berturut-turut.

Pada umumnya, reactor proses activated sludge berupa bak beton dengan mikroorganisme yang tersuspensi di dalam cairan. Oksigen disediakan oleh diffusers pada bagian bawah tangki atau oleh permukaan reaktor. Biomassa yang terakumulasi dipisahkan dari cairan di dalam bak sedimentasi. Sebagian dari biomassa yang dipisahkan dikembalikan lagi kedalam reactor untuk mengontrol densitas bakteri di dalam reactor.

Kemungkinan, massa bakteri yang dikembalikan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengoperasian dan pengaturan sehingga proses activated sludge merupakan proses pengolahan yang paling  serba guna. Pengoprasian yang teliti dan terlatih sangat diperlukan untuk memperolah kualitas effluent yang tinggi dan efesiensi operasi.

Proses anaerobik merupakan proses tradisional yang menstabilkan lumpur. Reactor-reaktor tipe suspended growth dan pengaduan pada reactor dilakukan dengan menggunakan mixer berkecapatan lambat atau resirkulasi. Proses-proses anaerobic lebih efisien jika dikerjakan pada suhu yang lebih ringgi, serta lebih sensitive terhadap perubahan suhu.

Oleh karena itu pemanasan harus dilakukan di bawah pengawasan suhu control. Penggunaan proses anaerobik yang lebih sering dalam pengolahan air limbah industry akan meningkatkan frekwensi penggunaan reactor attached growth.

Selain proses-proses tersebut, proses anaerobic yang lain misalnya UASB ( Upflow Anaerobic Sludge Blanket), Fix Bed Anaerobic Filter, ASBR ( Anaerobic Sequencing Batch Reactor), Hybrid reactor, Baffled Anaerobic Reactor, Anaerobic Lagoons, dan sebagainya.

Instalasi Pengolahan Air Limbah secara biologi, Unit proses biologi hanya merupakan bagian dari seluruh system pengolahan air limbah. Unit proses ini dikombinasikan dengan unit proses pengolahan air limbah secara kimia dan fisika lainnya untuk mencapai kualitas air limbah buangan (effulent) yang diperlukan. Sebagian besar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) memeliki beberapa tahan proses pengolahan air limbah secara biologi.

Preliminary treatment – equalization – biological treatment – final treatment atau Preliminary treatment – Surge Tank – equalization – overflow – biological treatment – final treatment. Pada umumnya, tahap-tahan proses dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala besar meliputi pembersihan bahan kasar, pasir, bahan-bahan yang mengapung, dan bahan-bahan yang dapat mengendap.

Masing-masing unit pengolahan air limbah merupakan penyaring, grit chamber, dan bak sedimentasi (dan flotasi) yang berurutan. Proses pengolahan air limbah secara biologi diikuti oleh bak sedimentasi untuk memisahkan mikroorganisme yang terkumpul dari cairan. Selanjutnya, mikroorganisme atau slude distabilkan didalam digester. Akhirnya, air yang terkandung di dalam digester sludge dikurangi di dalam bak-bak pengering sebelum menuju pembuangan akhir. Demikianlah sementara penjelasan tentang Klasifikasi pengolahan air limbah secara biologi.

Cat : Pengolahan Air Limbah Secara Biologi, tags: , ,

Comment For Klasifikasi Pengolahan Air limbah secara Biologi

Pengolahan Air Limbah INFO :