Menu

Karakter Pengolahan Air Limbah

October 7, 2012 | Pengolahan Air Limbah

Karakter Pengolahan Air Limbah

Karakter Pengolahan Air LimbahKarakter Pengolahan Air Limbah meliputi sifat-sifat fisika, kimia, dan biologi. Dengan mengetahui jenis polutan yang terdapat dalam Pengolahan Air Limbah, dapat ditentukan unit proses yang dibutuhkan. Adapun ringkasan jenis polutan dan jenis proses yang dibutuhkan ditunjukan dalam Tabel 5.

  1. 1.      Karakter Fisika Pengolahan Air Limbah

Karakter Fisika Pengolahan Air Limbah meliputi temperature, bau, warna, dan padatan. Temperatur menunjukan derajat atau tingkat panas Pengolahan Air Limbah yang diterakan ke dalam skala-skala. Skala temperature yang biasa digunakan adalah Fahrenheit (F) dan Celcius (C). Kedua skala tersebut berhubungan dengan persamaan sebagai berikut :

C = 5/9 ( F – 32 )

F = 9/5 ( C ) + 32

Temperatur merupakan parameter yang penting dalam pengoprasian unit pengolahan air limbah karena berpengaruh terhadap proses biologi dan fisika.

Karakter Pengolahan Air Limbah

Bau merupakan parameter yang subjektif. Pengukuran bau tergantung pada sensitivitas indra penciuman seseorang. Kehadiran bau-bauan yang lain menunjukan adanya komponen-komponen lain di dalam air. Misalnya, bau seperti bau telur busuk menunjukan adanya hydrogen sulfida yang dihasilkan oleh permukaan zat-zat organic dalam kondisi anaerobik.

Pada air limbah, warna biasanya disebabkan oleh kehadiran materi-materi dissolve, suspended, dan senyawa-senyawa koloidal, yang dapat dilihat dari spektrum warna yang terjadi. Padatan yang terdapat di dalam air limbah dapat diklasifikasikan menjadi floating, settleable, suspended, atau dissolved.

  1. 2.      Karakter Kimia Pengolahan Air Limbah

Karakter kimia air limbah meliputi senyawa organic dan senyawa anorganik. Senyawa organic adalah karbon yang dikombinasikan dengan satu atau lebih elemen-elemen lain (O, N, P, H). Saat ini terdapat lebih dari dua juta jenis senyawa organic yang telah diketahui.

Senyawa anorganik terdiri atas semua kombinasi elemen yang bukan tersususn dari karbon organic. Karbon anorganik dalam pengolahan air limbah pada umumnya terdiri atas sand, grit, dan mineral-mineral, baik suspended maupun dissolved. Elemen-elemen yang terdapat dalam jumlah berlebihan akan bersifat toksit dan menghalangi proses-proses biologis. Gas yang terdapat dalam pengolahan air limbah biasanya terdiri atas oksigen, nitrogen, karbondioksida, hydrogen sulfide, amonia dan metana.

  1. 3.      Karakteristik Biologis Pengolahan Air Limbah

Mikroorganisme ditemukan dalam jenis yang sangat bervariasi hamper dalam semua bentuk pengolahan air limbah, biasanya dalam bentuk konsentrasi 10~5 – 10~8 organisme/ml. Kebanyakan merupakan sel tunggal yang bebas ataupun berkelompok dan mampu melakukan proses-proses kehidupan ( tumbuh, metabolism, dan reproduksi )

Karakter Pengolahan Air Limbah

Secara tradisional, mikroorganisme dibedakan menjadi binatang dan tumbuhan. Namun, keduanya sulit dibedakan. Oleh karena itu, mikroorganisme kemudian dimasukan kedalam katagori Protista, status yang sama dengan binatang ataupun tumbuhan. Virus diklasifikasikan secara terpisah.

Keberadaan bakteri dalam unit pengolahan air limbah merupakan kunci efesiensi proses biologis. Bakteri juga berperan penting untuk mengevaluasi kualitas air.

  1. 4.      Karakteristik Pengolahan Air Limbah yang biasanya diukur

Karakteristik pengolahan air limbah yang biasanya diukur antara lain temperature, pH, alkalinitas, padatan-padatan, kebutuhan oksigen, nitrogen, dan fosfor. Temperatur biasanya diukur dengan menggunakan thermometer air raksa dengan skala Fahreinheit dan Celcius. Instrumen lain yang dapat digunakan adalah thermometer bimetal, termistor, dan termokopel.

Nilai pH air digunakan untuk mengekspresikan kondisi keasaman (konsentrasi ion hydrogen) pengolahan air limbah. Skala pH berkisar antara 1 – 14; kisaran nilai pH 1-7 termasuk kondisi asam, pH 7-14 termasuk kondisi basa, dan pH 7 adalah kondisi netral.

Alkalinitas merupakan ukuran kemampuan pengolahan air limbah untuk dinetralisasi. Kontributor utama alkalinitas adalah ion bikarbonat, karbonat, dan hidroksida. Meskipun demikian, borat, silikat, dan fosfat juga dapat berperan sebagai contributor alkalinitas. Penentuan tingkat alkalinitas pada beberapa titik tertentu dalam IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah ) akan membantu untuk memahami dan menginterpretasi Karakter Pengolahan Air Limbah.

Related For Karakter Pengolahan Air Limbah

Recent Post

Pengolahan Limbah Air Wudhu Pengolahan…
Pengolahan Air Limbah Organik Pengolahan…
Pengolahan Limbah Air Bekas Cucian…
Pengolahan Air Limbah Bengkel Pengolahan…