Pengolahan Air Limbah Industri, juga Pengolahan Air Limbah Ipal Hub 081323739973 BBM 29E26136 Pengolahan Air Limbah Industri, juga Pengolahan Air Limbah Ipal Hub 081323739973 BBM 29E26136
Home » Pengolahan Air Limbah » Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah

Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah

Sunday, September 23rd 2012. | Pengolahan Air Limbah

Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah

Dasar-dasar Pengolahan Air LimbahDasar-dasar Pengolahan Air Limbah adalah menginformasikan elemen-elemen biologi, air limah dan karakteristik air limbah dalam proses Pengolahan Air Limbah .  Air di alam dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, yaitu air sungai, air danau, air laut, dan air tanah. Karakteristik dari masing-masing bentuk air tersebut berneda-beda. Air sungai yang berada pada bagian hulu memiliki karakteristik fisika, kimia, dan biologi yang berbeda dengan air sungai yang berada pada bagian hilir. Demikian juga, air danau yang dalam memiliki karakteristik yang berbeda dengan air danau yang dangkal.

Dalam penanganan kualitas air, diperlukan pemahaman mengenai karakteristik dasar dari badan air sehingga memahami dasar-dasar pengolahan air limbah. Pemahaman ini akan memberikan gambaran mengenai akibat-akibat dari perlakuan manusia terhadap air. Selain itu, diperlukan juga pemahaman sejauh mana air dapat digunakan oleh manusia. Pemahaman ini akan merealisasikan perlindungan terhadap badan air yang pada dasarnya diperlukan untuk kehidupan manusia. Pada kesempatan ini membahas elemen biologi dan kimia dari air sungai dan danau.

Elemen-Elemen Biologi dalam Kehidupan Air

Dari berbagai proses yang terjadi dalam badan air, pembentukan dan peluruhan biomassa (siklus organik) merupakan proses yang sangat penting. Proses pembentukan dan peluruhan biomassa ditunjukan dalam Gamabar 1.

Pengolahan Air Limbah

Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah

Biomassa terbentuk dari komponen dasar (karbondioksida, air, dan zat-zat makanan atau nutrien) melalui proses fotosintetis. Proses ini membutuhkan energy dalam bentuk sinar matahari dan menghasilkan atau melepaskan oksigen yang mempengaruhi  dasar-dasar pengolahan air limbah. Selanjutnya, biomassa akan terurai menjadi bahan-bahan dasar melalui proses respirasi. Proses ini memanfaatkan energi yang terkandung dalam biomassa dan melepaskan panas. Perkembangan biomassa atau benda-benda organic dari bahan-bahan mineral melalui proses fotosintesis juga disebut proses produksi.

  1. 1.      Fotosintesis dan Produksi

Dalam kehidupan, terdapat tiga kelompok organisme yang dapat melakukan fotosintesis dan proses produksi, yaitu tumbuhan tingkat tinggi, alga, dan beberapa kelompok bakteri. Ketiga kelompok organism tersebut dapat dengan mudah dijumpai di kolam-kolam tropis. Pada kolam tropis, biasanya permukaan dan air yang keluar dari kolam berwarna hijau karena kandungan alga yang cukup tinggi. Tumbuhan tingkat tinggi yang sering dijumpai dikolam adalah eceng gondok. Beberapa elemen yang penting dalam proses fotosintesis ditunjukkan dalam Tabel 1.

Pengolahan Air LimbahWalaupun komposisi organism tergantung pada kondisi alam yang bervariasi, tetapi model persamaan sangat membantu untuk menginterprestasikan, menganalisis, dan memperkirakan proses-proses dan fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan tentang dasar-dasar pengolahan air limbah . Misalnya, persamaan dari komposisi dan produksi yang menjelaskan mengapa produksi alga di daerah tropis lebih tinggi atau pada musim hujan lebih rendah. Pada musim hujan, energy sebesar 5.4 106 kJ sangat rendah bagi pertumbuhan alga.

Oksigen pada persamaan reaksi menjelaskan mengapa di dalam kolam yang memiliki konsentrasi alga tinggi konsentrasi oksigen pada siang hari sangat tinggi dan pada malam hari sangat rendah atau bahkan tidak ada. Tidak adanya sinar matahari akan mengakibatkan alga tidak tumbuh dan terjadi respirasi yang mengkonsumsi oksigen.

Persamaan ini juga menunjukan rata-rata perbandingan dari beberapa komponen. Bila terdapat kekurangan pada salah satu elemen C,N atau P maka pertumbuhan akan terhambat. Jika unsure P dimakukan ke dalam badan air secara berlebihan maka pertumbuhan alga dipercepat. Konsep tersebut dikenal sebagai faktor batas pertumbuhan. Namun demikian, untuk  menggunakan konsep ini, komposisi actual dari badan air harus dianalisis secara lebih hati-hati.

Kecepatan produksi biasanya diukur dari bahan-bahan organic yang diproduksi per satuan luas per satuan waktu atau karbon per volume per waktu. Untuk menjelaskan kecepatan produksi secara kuantitatif, harus dibuat pemisahan antara total produksi dan kecepatan produksi netto. Kecepatan produksi netto adalah total kecepatan produksi dikurangi konsumsi oleh respirasi. Kecepatan produksi netto untuk beberapa biotope ditunjukkan dalam Tabel 2.

Pengolahan Air Limbah

Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah

Untuk menganalisis gambaran tersebut, harus diingat bahwa produksi adalah sumber makanan dan oksigen untuk seluruh binatang dan manusia. Tabel 2 menunjukan bahwa sepertiga dari proses produksi terjadi dalam badan air dan seperampatnya terjadi di hutan hujan tropis dari  . Dasar-dasar Pengolahan Air Limbah  Oleh karena itu, perlindungan terhadap badan air dan hutan hujan tropis semakin penting.

  1. 2.      Konsumsi dan Destruksi

Biomassa dibangun oleh produsen dan digunakan oleh konsumen dan destruen sebagai bahan makanan. Konsumen memperoleh energy dari konversi mahluk-mahluk hidup, sedangkan destruen memperoleh energy dari penguraian benda-benda organic yang telah mati menjadi komponen-komponen anorganik. Organisme ini tidak dapat mengambil partikel secara langsung, namun secara hidrolisis. Oeganisme yang masuk kedalam kelompok destruen adalah sebagian besar bakteri dan fungi dari dasar-dasar Pengolahan Air Limbah.

Beberapa konsumen dapat dikenal dari rantai makanan. Biomassa dibentuk oleh produsen dan mula-mula digunakan oleh konsumen primer, yang pada umumnya adalah organism yang hidup sebagai tumbuh-tumbuhan. Kelompok konsumen sekunder biasanya terdiri atas zooplankton karnivon dan ikan. Kelompok terakhir dalam habitat perairan adalah konsumen terakhir, yaitu ikan predator. Species organism dalam ketiga kelompok konsumen tersebut berbeda antara zona air terbuka dan zona dikedalaman. Pada zona air terbuka, zooplankton dan ikan merupakan kelompok utama, sedangkan zona kedalam banyak didiami oleh serangga larva, siput, ikan, dan lain-lain.

Tabel 3. Menunjukan 2 contoh tingkat energi yang berbeda. Sealam transisi dari satu tingkat ketingkat lainnya, kebanyakan dari energi hilang sebagai panas dan hanya sebagian kecil yang ditransfer ketingkat selanjutnya. Diperkirakan setiap tingkat hanya mengandung 10% energy dari tingkat sebelumnya, Dasar-dasar Pengolahan Air Limbah.

Pengolahan Air LimbahPengolahan Air Limbah

Cat : Pengolahan Air Limbah, tags: , ,

Comment For Dasar-Dasar Pengolahan Air Limbah

Pengolahan Air Limbah INFO :