Menu

Dasar-dasar Mikrobiologi

Dasar-dasar Mikrobiologi

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang dasar-dasar mikrobiologi agar kita lebih memahami lebih jauh tentang dasar-dasar mikrobiologi. Beberapa dasar mikrobiologi yang diperlukan dalam pengolahan air limbah adalah sebagai berikut.

Dasar-dasar MikrobiologiRantai Reaksi Aerobik dan Anaerobik – Unsur-unsur penting dalam bahan-bahan organic yang terdapat dalam air limbah, misalnya substrat, adalah hydrogen, karbon, oksigen dan nitrogen. Pada tahap pertama, senyawa-senyawa organic diambil oleh bakteri, kemudian senyawa-senyawa organic yang terlarut dikonversikan ke dalam massa bakteri sehingga menghasilkan air, karbodioksida, dan ammonia.

Pada tahap kedua, biomassa yang dihasilkan pada tahap pertama dikurangi oleh mikroorganisme lain, misalnya Cilliata. Tahap ini juga menghasilkan air, karbondioksida, dan ammonia. Pada tahap yang lebih lanjut, ammonia dapat dikonversikan oleh bakteri, yakni dinitrifikasi menjadi (NO2) dan nitrat (NO3). Jika diuraikan lebih lanjut pada kondisi anoksik, nitrat akan direduksi menjadi gas nitrogen dan dilepas ke atmosfer.

Dasar-dasar Mikrobiologi

Perbedaan proses pengolahan air limbah dapat diketahui dari tahap-tahap mata rantai pengolahan yang diinginkan. Misalnya, pada proses activated sludge dengan kecepatan tinggi, proses hanya meliputi tahap pertama. Dengan peningkatan waktu reaksi secara bertahap, proses-proses nitrifikasi dan denitrifikasi dengan kecepatan rendah dapat terjadi.

Kecuali untuk denitrifikasi yang membutuhkan kondisi anoksik, lama (durasi) proses merupakan parameter kontrol yang penting untuk menentukan proses yang berbeda-beda. Durasi proses dalam konteks ini berarti waktu tinggal mikroorganisme di dalam system.

Rantai reaksi anaerobik pada tahap pertama, bahan-bahan organic dikonversi oleh bakteri menjadi bahan-bahan organic yang terlarut. Pada tahap kedua, bahan-bahan organic terlarut tersebut dikonversi oleh bakteri asidifikasi menjadi asam organik, alcohol, aldehid, dan sebagainya. Tahap kedua juga menghasilkan hydrogen dan karbondioksida.

Dasar-dasar Mikrobiologi

Tahap selanjutnya adalah dua tahap pembentukan asam asetat dan menata serta karbondioksida. Bersamaan dengan tahap dua tahap terakhir, terjadi pembentukan hydrogen sulfide oleh bakteri pemakan sulfat. Jika kandungan sulfur dalam air limbah tinggi, hydrogen sulfide yang terkandung di dalam gas akan menimbulkan masalah bau dan korosi.

Berbeda dengan proses aerobic, urutan keempat tahap dalam reaksi anaaerobik sangat penting untuk mencapai tujuan akhir yang diharapkan. Bakteri dalam tahap ketiga dan keempat memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Asetogenesis dapat terjadi hanya jika tekanan parsial hydrogen dijaga tetap rendah oleh aktivitas bakteri pembentuk metana.

Asetogenesis dan metanogenesis paling sensitife dan merupakan tahap-tahap yang mengontrol rantai reaksi anaerobik. Selanjutnya, dua tahap ini sering dipisahkan dari tahap hidrolisis dan asidifikasi. Dalam dua tahap proses anaerobic tersebut, dua tahap sensitive yang ditunjukkan oleh tahap kedua dapat dikontrol dengan lebih efektif Dasar-dasar Mikrobiologi.

Related For Dasar-dasar Mikrobiologi

Recent Post

Pengolahan Limbah Air Wudhu Pengolahan…
Pengolahan Air Limbah Organik Pengolahan…
Pengolahan Limbah Air Bekas Cucian…
Pengolahan Air Limbah Bengkel Pengolahan…